Antara Kasih Sayang dan Harga Diri, 7 Kakak Beradik Ini Menjadi Rival Di Sepakbola

13988

Bermain satu klub dengan suadara sendiri merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi. Namun apa jadinya jika dua orang saudara kandung harus bentrok dalam balutan jersey tim yang berbeda? Bahkan ketika mereka harus membela negara yang berbeda?

Rumit memang, bahkan tak jarang hubungan mereka harus renggang meskipun pada akhirnya kembali harmonis seperti sedia kala. Berikut ini adalah 7 Kakak beradik yang menjadi rival dalam dunia sepakbola.

1. Kevin Prince Boateng dan Jerome Boateng

181455381-1
Dua kakak beradik ini merupakan saudara seayah. Tetapi begitu, Price Boateng lebih memilih membela Timnas Ghana. Sedang Jerome memilih untuk membela Timnas Jerman. Meskipun sering bentrok di pertandingan International, tetapi keduanya tetap akur walaupun beberapa saat yang lalu hubungan mereka sempat renggang ketika Kevin-Prince melayangkan tekel keras kepada Ballack yang membuat Ballack absen membela Timnas Jerman pada PD 2010. Jerome yang marah kepada Kevin-Price mengatakan bahwa Kevin memang pantas di kartu merah. Sang kakak pun merasa tersinggung dengan ucapan si Adik. Namun hubungan mereka kembali membaik setelah pertandingan Jerman vs Ghana di PD 2010.

Tak butuh waktu lama, Kevin dan Jerome pun kembali bentrok pada Piala Dunia 2014. Berikut tweet Kevin-Prince setelah Jerman dan Ghana dipastikan satu grup pada Piala Dunia 2014.

“Adik sudah tiba waktunya lagi… begitulah indahnya kehidupan! Tak sabar… love you bro!!!”

2. Taulant Xhaka dan Granit Xhaka

brothersxhaka-kN7F--621x414@LiveMint
Xhaka bersaudara ini merupakan saudara kandung, memiliki ibu dan ayah yang sama. Tapi uniknya, mereka berdua malah memilih timnas yang berbeda. Meskipun lahir di Swiss, tetapi Taulant lebih memilih membela Timnas Albania. Sedangkan si adik tetap memilih membela Swiss. Hubungan antara warga Swiss dan Albania memang terbilang dekat. Bahkan banyak di antara pemain Timnas Swiss yang lahir di Albania. Taulant dan Granit akhirnya untuk pertama kali bentrok dalam Piala Eropa 2016 ketika Swiss dan Albania tergabung dalam grup yang sama.

“Sungguh sesuatu yang spesial untuk keluarga saya menyaksikan dua kakak beradik tampil untuk kubu yang berbeda. Sangat spesial. Mungkin lebih spesial untukku ketimbang kakak saya,” kata Granit seusai kemenangan 1-0 bagi Swiss, sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

3. Kolo Toure dan Yaya Toure

yayatourekolotoure-cropped_1aev59t4xmx1e12r696y1g4uj4
Meskipun keduanya membela negara yang sama, namun Kolo dan Yaya membela dua klub berseberangan yang notabene adalah rival dalam perebutan gelar liga. Yaya merupakan andalan Manchester City sedangkan Kolo membela Liverpool. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 2015 ketika Manchester City bersua dengan Kolo.

“Saya akan menghentikan Yaya Toure jika diperlukan. Ia adalah pemain yang berbahaya di tim Manchester City. Saya tidak akan ragu untuk menekelnya sekalipun demi kemenangan tim,”” ujar Kolo Toure yang diwawancarai sebelum final Capital One Cup seperti yang dilansir oleh The Guardian.

4. Pippo Inzaghi dan Simone Inzaghi

12968648_10209663153644440_564839447_n-e1459807941823-900x444
Jika kamu pencinta Serie A dari era 90an, pasti familiar dengan 2 pemain bersaudara ini. Meski begitu, keduanya tidak berada di klub yang sama. Si adik, Simone, besar di Lazio. Sedangkan Si kakak besar di Juventus dan AC Milan meskipun mencapai puncak karir di AC Milan.

Mrs. Marina(Ibu Inzaghi bersaudara) mengatakan bahwa Ia selalu mematikan TV jika kedua bertemu di lapangan. Sesekali ia akan mendengarkan radio untuk mengetahui apakah pertandingan tersebut telah usai. Keduanya bisa terbilang sangat dekat dengan ibunya. Bahkan baju Pippo masih sering dicucikan oleh Mrs. Marina ketika Pippo masih tinggal di Turin. Kecuali Simone karena memang jarak rumah ibu mereka ke Roma cukup jauh.

5. Thiago Alcantara dan Rafinha Alcantara

1371402
Meskipun lahir dari akademi yang sama, tetapi keduanya rival dalam balutan jersey klub maupun tim nasional. Sang kakak yang pertama kali mencuat bersama Barcelona lebih memilih membela Timnas Spanyol serta hengkang ke Bayern Munich seiring pindahnya Pep Guardiola. Sedangkan Rafinha tetap membela Barcelona namun lebih memilih seragam Timnas Brazil. Rafinha serta ayah telah membujuk Thiago untuk membela Brazil karena memang mereka 100% orang Brazil, namun usaha itu gagal. Thiago tetap memilih Timnas Spanyol.

Keduanya pun harus berduel tatkala Barcelona terundi bertemu Bayern Munich di Liga Champion. Dan si Adik pun keluar sebagai pemenang seiring Barcelona membantai Bayern Munich 3-0 kala itu.

6. Alex Bolanos dan Miller Bolanos

54988db97b956
Keduanya memang bukan pemain terkenal layaknya penjelasan yang sudah-sudah. Namun pertemuan keduanya cukup membuat emosi orang-orang yang menyaksikannya. Pertemuan mereka terjadi dalam Final Liga Ekuador antara Emelec dan Barcelona SC. Final tersebut berlangsung 2 leg. Pada leg pertama kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Duel Balanos bersaudara beru di mulai pada leg kedua. Alex Balanos yang membela Barcelona SC tiba-tiba saja menekel pemain Emelec dengan keras sehingga pemain tersebut langsung terkapar di lapangan. Sontak wasit langsung memberikan kartu kuning kedua kepada Alex Balanos yang sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning. Ia pun harus meninggalkan lapangan.

But wait, lantas siapa yang Ia tekel? Rupanya itu adalah Miller Balanos yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Beruntung Miller masih bisa melanjutkan pertandingan dan memberikan kemenangan kepada Emelec. Setelah pertandingan Alex mengungkap bahwa Ia terlalu terbawa oleh tingginya tensi pertandingan sehingga tidak sadar telah menekel adiknya sendiri. Ia mengakui bahwa Ia tidak seharusnya berbuat seperti itu kepada adikknya. Miller pun juga memaklumi sang kakak karena memang itu adalah tugasnya sebagai seorang profesional. Kalian bisa menyaksikan tekel horor Alex kepada Miller pada video berikit :

7. Gabriel Milito vs Diego Milito

Inter Milan's Diego Milito (left) and Barcelona's Gabriel Milito battle for tha ball
Inter Milan’s Diego Milito (left) and Barcelona’s Gabriel Milito battle for tha ball

Keduanya merupakan sepakbola top yang membela tim atas Eropa. Tatkala keduanya bertemu, Gabriel berbalut kostum FC Barcelona. Sedangkan Diego membela panji Interzionale Milan. Di kala itu sang Kakak mampu unggul bersama Internazionale dengan kemenangan agregat 3-2 atas Barcelona di Semifinal Liga Champions.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here